Senin, 25 Februari 2013

HAKEKAT WAHABIYAH MANHAJ SALAF



Imam Abu Hanifah rahimahullah

Beliau mengatakan,
لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه
“Tidak boleh bagi seorangpun berpendapat dengan pendapat kami (aba hanifah) hingga dia mengetahui dari mana saya telah mengambil dalil tersebut.”

حرام على من لم يعرف دليلي أن يفتي بكلامي
“Haram bagi seorang berfatwa dengan pendapatku sedang dia tidak mengetahui dalil yang kujadikan pijakan.”

pertanyaan : siapakah orang yang mengetahui sumber/pijakan dalil yang di ambil abu hanifah ?
jawaban : yang mengetahui adalah murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya hingga sampai zaman ini 2013

wahaby salafy bukan pengikut imam abu hanifah rahimahullah itu kalau kita runtut sumber belajar nya mereka tidak ada yang menyambung kepada murid kepercayaannya imam aba hanifah rahimahullah
karena kalau hanya mengaku ngaku itu banyak padahal pengakuan itu ada yang mengakui dan ada yang di akui ( kalau dalam islam disebut izin/ijazah dll istilahnya).


 Imam Malik bin Anas rahimahullah

Beliau mengatakan,
إنما أنا بشر أخطئ وأصيب فانظروا في رأيي فكل ما وافق الكتاب والسنة فخذوه وكل ما لم يوافق الكتاب والسنة فاتركوه
“Aku hanyalah seorang manusia, terkadang benar dan salah. Maka, telitilah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan al-Quran dan sunnah nabi, maka ambillah. Dan jika tidak sesuai dengan keduanya, maka tinggalkanlah.” (Jami’ Bayan al-’Ilmi wa Fadhlih 2/32).

pertanyaan siapakah yang mampu meneliti pendapat imam malik rahimahullah ?
jawaban : yang mampu meneliti pendapat imam malik rahimahullah adalah murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya hingga sampai zaman ini 2013

karena imam malik rahimahullah dengan ke alimannya tidak mungkin menyuruh hal yang seberat tersebut pada orang jahil/awam, apalagi menyuruh pada orang yang tidak ia kenali

pertanyaan : siapakah dalam kata ''AMBILAH/TINGGALKANLAH''
itu siapakah yang disuruh mengambil/meninggalkan secara langsung pendapat yang ter abadikan dalam al qur'an dan al hadist
jawaban :yang di suruh imam malik agar langsung melihat kandungan hukum dalam al qur'an al hadist adalah murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya hingga sampai zaman ini 2013

karena mustahil aqli dalam kata '' AMBILAH/ TINGGALKANLAH '' imam malik rahimahullah menyuruh orang yang tidak ia percayai apalagi orang yang tidak ia kenal langsung ( karena ilmu itu adalah amanah dan harus dipanggul manusia yang stiqqah / terpercaya) dan sebab percaya adalah kenal

wahaby salafy bukan pengikut imam Malik bin Anas rahimahullah
itu kalau kita runtut sumber belajar nya mereka tidak ada yang menyambung kepada murid kepercayaannya Imam Malik bin Anas rahimahullah
karena kalau hanya mengaku ngaku itu banyak padahal pengakuan itu ada yang mengakui dan ada yang di akui ( kalau dalam islam disebut izin/ijazah dll istilahnya).



 Imam Asy-Syafi’i rahimahullah

Beliau mengatakan,
إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت
“Apabila kalian menemukan pendapat di dalam kitabku yang berseberangan dengan sunnah rasulu
llah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ambillah sunnah tersebut dan tinggalkan pendapatku.” (Al-Majmu’ 1/63).

pertanyaan siapakah yang mampu meneliti dan memilah dalam fatwa imam syafi'i tersebut ?

jawaban : yang mampu meneliti dan memilah pendapat Imam Asy-Syafi’i rahimahullah adalah murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya hingga sampai zaman ini 2013

karena Imam Asy-Syafi’i rahimahullah dengan ke alimannya tidak mungkin menyuruh hal yang seberat tersebut pada orang jahil/awam, apalagi menyuruh pada orang yang tidak ia kenali

pertanyaan : siapakah kata ''KALIAN'' dalam fatwa perintah Imam Asy-Syafi’i rahimahullah di atas ?
jawaban : kata ''KALIAN'' yang di suruh Imam Asy-Syafi’i dalam fatwanya di atas adalah murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya di teruskan murid kepercayaannya hingga sampai zaman ini 2013

karena mustahil aqli dalam kata '' KALIAN '' Imam Asy-Syafi’i rahimahullah rahimahullah menyuruh orang yang tidak ia percayai apalagi orang yang tidak ia kenal langsung ( karena ilmu itu adalah amanah dan harus dipanggul manusia yang stiqqah / terpercaya) dan sebab percaya adalah kenal.

wahaby salafy bukan mengikut Imam Asy-Syafi’i rahimahullah
itu kalau kita runtut sumber belajar nya mereka tidak ada yang menyambung kepada murid kepercayaannya Imam Asy-Syafi’i rahimahullah
karena kalau hanya mengaku ngaku itu banyak padahal pengakuan itu ada yang mengakui dan ada yang di akui ( kalau dalam islam disebut izin/ijazah dll istilahnya).


 Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah

Beliau mengatakan,
لا تقلدني ولا تقلد مالكا ولا الثوري ولا الأوزاعي وخذ من حيث أخذوا
“Janganlah kalian taklid kepadaku, jangan pula bertaklid kepada Malik, ats-Tsauri, al-Auza’i, tapi ikutilah dalil.” (I’lam al-Muwaq
qi’in 2/201;Asy-Syamilah,).

siapakah kata ''KALIAN'' yang diperintah agartidak taklid serta mengikuti dalil dalam fatwa imam ahmad di atas ?
jawaban : kata ''KALIAN '' dalam fatwa imam ahmad di atas adalah murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya diteruskan oleh murid kepercayaannya hingga sampai zaman ini 2013

karena Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah
rahimahullah dengan ke alimannya tidak mungkin menyuruh hal yang seberat tersebut pada orang jahil/awam, apalagi menyuruh pada orang yang tidak ia kenali
( karena ilmu itu adalah amanah dan harus dipanggul manusia yang stiqqah / terpercaya) dan sebab percaya adalah kenal.

wahaby salafy bukan mengikut Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah
itu kalau kita runtut sumber belajar nya mereka tidak ada yang menyambung kepada murid kepercayaannya Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah
karena kalau hanya mengaku ngaku itu banyak, padahal pengakuan itu ada yang mengakui dan ada yang di akui ( kalau dalam islam disebut izin/ijazah dll istilahnya).

4 (EMPAT) IMAM BESAR WAHABY SALAFY PERIODE KE KINIAN



koh wahaby salafy yang punya banyak kedudukan penting )
(pekerja yang berusaha meraih nama dalam agama islam banyak belajar dari buku ke buku walaupun tanpa guru )

Dia ialah Muqbil bin Hadi bin Qayidah al-Hamdani al-Wadi’i al-Khilali --. Dia ialah duri bagi para pengusung kebatilann Sufiyyah dan kelompok-kelompok sesat lainnya.

Syeikh Muqbil memulai pelajarannya di Maktab di sebuah kampung yang bernama al-Wathan Dammaj, Yaman beberapa lama kemudian berhenti kerana tidak ada yang membiayainya belajar.

Kemudian dia bersafar ke Riyadh, Arab Saudi dan tinggal di sana sekitar sebulan setengah. Ketika cuaca Riyadh berubah maka dia berangkat ke Makkah. Dia meminta petunjuk kepada sebahagian penceramah tentang kitab-kitab yang bermanfaat yang akan dia beli, maka dia dinasihati agar membeli kitab Sahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadus Salihin dan Fathul Majid.

Dia bekerja sebagai penjaga sebuah gedung di Hajun sambil menelaah kitab-kitab tersebut. Dia sangat tertarik dengan kandungan kitab-kitab tersebut kerana amalan manusia di negerinya sangat berbeza dengan yang ada dalam kitab-kitab tersebut.

Setelah beberapa lama beliau pulang ke negerinya Yaman dan mulai mengingkari kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan kaumnya. Seperti menyembelih untuk selain Allah, meminta kepada orang-orang yang sudah mati, membangun kuburan dan kesyirikan-kesyirikan lainnya.

Kemudian dia berangkat ke Najran dan tinggal di sana selama dua tahun belajar kepada Majduddin al-Muayyid. Setelah itu berangkatlah di ke Makkah bekerja di waktu siang dan belajar di waktu malam.

Ketika dibuka Maahad al-Haram al-Makki, dia mendaftarkan diri dan diterima sehingga dia menyelesaikan pendidikan Mutawassitah dan Tsanawiyah. Kemudian dia menuju ke Madinah dan masuk ke Jamiyah Islam Madinah di Fakulti Dakwah dan Fakulti Usuluddin.
Ketika dibuka Fakulti Pasca Sarjana di Jamiyah Islam Madinah, dia mendaftarkan diri dan diterima. Risalah Masternya adalah tahqiq kitab Ilzamat dan Tatabbu’ oleh Imam Daruqutni.

Muqbil berkata, “Setelah ini semua, aku tinggal di perpustakaanku. Hanya beberapa saat berdatanganlah sebahagian saudara-saudara dari Mesir, maka aku buka pelajaran-pelajaran dari sebahagian kitab-kitab hadis dan kitab-kitab bahasa. Dan masih saja para thalabul ilmi berdatangan dari Mesir, Kuwait, Haramain, Najd, ‘Adn, Hadramaut, Al-Jazair, Libia, Somalia, Belgia dan dari kebanyakan negeri-negeri Islam dan yang lainnya.

Gunung-gunung dan pasir serta lembah-lembah menjadi saksi bagi Abu Abdirrahman (nama kunyah Muqbil) dalam penyebaran sunnah dan kesabarannya dalam menanamkan pada hati manusia serta permusuhannya terhadap bid’ah dengan fadilah dari Allah Subhanahu wa Taala.

Sepulang dia dari belajar di negeri Tauhid dan Sunnah Kerajaan Arab Saudi, dia mulia merintis taklim dan dakwah di Yaman. Maka Allah Azza wa Jalla membukakan pintu kemenangan dan keberhasilan baginya dalam wujud yang sangat besar. Dengan diiringi dan dibantu oleh teman sepejuangannya sekaligus murid besarnya, Muhammad bin Abdul Wahhab al-Wusabi , berdirilah madrasahnya di kampung Dammaj, Yaman, yang diberi nama Maahad Darul Hadis.

Sungguh Allah berkahi dakwah dan perjuangannya. Madrasahnya menjadi madrasah yang sarat dengan ilmu. Berbagai disiplin ilmu agama diajarkan di sana.

Kalau dulu dikatakan bahwa tidak ada seorang ulama’ yang paling banyak didatangi oleh para ahli hadis dari berbagai penjuru negeri seperti al-Imam Abdurrazzaq As-Shan’ani rahimahullah.

Maka pada masa ini, tidak berlebihan kalau dikatakan bahawa tidak ada seorang ulama’ yang paling banyak didatangi oleh para penuntut ilmu dari berbagai penjuru negeri seperti Muqbil al-Wadi’i .

Guru-gurunya

Di antara guru-gurunya yang paling masyhur ialah:

1. Abdul Aziz bin Baz (dia pernah hadir mengikuti sebahagian halaqah ilmunya di Haramun Madani iaitu pada kitab Sahih Muslim)
2. Muhammad Nasiruddin al-Albani (dia mengambil faedah darinya pada pertemuan khusus para thalabatul ilmi dan pada kesempatan-kesempatan yang lainnya).
3. Abdul Aziz bin Rasyid An-Najdi
Muqbil rahimahullah begitu luhur jiwanya, menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak sepatutnya, menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain, sampai-sampai dia merasa berat memintakan kepada para muhsinin (dermawan) untuk kepentingan para muridnya. Ketika Abdul Aziz bin Baz mengetahui hal itu maka dia mengirim surat kepada Muqbil yang isinya,
”Tulislah permohonan wahai Abu Abdurrahman, engkau akan mendapatkan pahala darinya!”

berbagai penyakit yang menimpanya, bersabar atas penyakit busung air yang bertahun-tahun dideritanya. Demikian pula atas penyakit lever yang menimpanya.

Wafatnya

Muqbil bin Hadi al-Wadi’i wafat pada malam Ahad, 1 Jamadilawal 1422 H/22 Julai 2001 M, setelah Isyak di Jeddah dalam usia sekitar 70 tahun. Dia disolatkan setelah subuh, kemudian dikebumikan di perkuburan Al-‘Adl di Makkah di samping makam Abdul Aziz bin Baz dan Muhammad bin Shalih al-Utsaimin



 esimpulan : IMAM EMPAT WAHABY SALAFY DIATAS ADALAH IMAM2 YANG BERGELIMANG JABATAN KEKUASAAN PEMERINTAH bahkan ada yang pernah jadi narapidana

IMAM EMPAT BESAR SALAFY WAHABY DIATAS ADALAH IMAM2 YANG TIDAK PERLU BELAJAR PADA GURU TAPI LANGSUNG BISA SENDIRI (LADUNNI) :walau agak tahayyul dan konyol dikit gpp kan :
DAN MENJADI MUFTY AGAMA SERTA MUJADDID SERTA MUHADDIST DUNIA (maksudnya dunianya wahaby salafy saja )


 imam wahaby salafy seperti albany belajar hadist dengan hanya membaca dan di simpulkan sendiri kemudian ia labeli sohih atau dlo'if kemudian disebarkan pada pengikutnya siswa siswi wahaby salafy,
maka dengan itu beliau memang tidak suka dengan fatwa
Syekh Abu Yazid al Busthomi yang berkata :
مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْخٌ يُرْشِدُهُ فَمُرْشِدُهُ شَيْطَانٌ
Orang yang tidak mempunyai syeikh yang menunjukkan/membimbingnya belajar , maka syekh mursyidnya adalah syetan.


  Ibnu Baaz berpendapat
أمَّا قولُهم: "مَن لا شيخَ له؛ فشيخُه الشيطان"؛ فهذا باطل، ما له أصل، وليس بحديث
Adapun perkataan mereka (yaitu Shuufiyyah –’) : ‘barangsiapa yang tidak punya guru (syaikh), maka gurunya adalah setan’; maka perkataan ini adalah bathil. Tidak ada asalnya. Bukan pula hadits.

pertanyaan : mengapakah bin baz berfatwa bahwa perkataan abu yazid al busthomi itu bathil
jawaban : sebab perkataan abu yazid al basthomi tadi bukan berasal dari rasul maka perkataan abu yazid al bashtomy adalah BID'AH

PERTANYAAN : kenapa bin baz tidak suka fatwanya aba yazid al basthomy
jawaban : karena aba yazid albasthomi adalah ulama' tasawuf

pertanyaan : mengapa bin baz tidak suka men ta'ati ulama tasawwuf
: jawaban
karena ulama tasawwuf itu menganut BID 'AH SESAT
dan yang terpenting ulama' tasawwuf selalu tidak mau menerima uluran (sogokan jabatan/uang) dari pemerintah
sedangkan ulama' wahaby salafy masih mau menerima jabatan / sumbangan pemerintah

maka dari itu dari pada ikut2an ulama tasawwuf yang tidak dapat apa apa
lebih baik ikut ulama' wahaby salafy yang memiliki peluang besar mendapatkan kasih sayang raja sa'ud / pemerintah yang lain


balasan bagi albany (pemuka wahabiyah salafiyah)yang gemar membaca buku hadist dan ia sahihkan dan dho'ifkan dengan menggunakan angan2nya sendiri adalah
Rasulullah SAW bersabda “Akan keluar suatu kaum akhir zaman, orang-orang muda yang pemahamannya sering salah paham. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyyah” (maksudnya: suka berdalil dengan Al Qur’an dan Hadits). Iman mereka tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu perangilah mereka (luruskan pemahaman mereka).” (Hadits Sahih riwayat Imam Bukhari 3342).



  adi kalau ada pentashih hadist tapi tidak punya sanad hadist dari gurunya sudah dapat dipastikan dia akan berdusta
begitu juga ilmu2 khos lainnya

Imam Syafi’i ~rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”.

Al-Hafidh Imam Attsauri ~rahimullah mengatakan “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

Minggu, 24 Februari 2013

HAKEKAT WAHABY SALAFY 5


Seorang tokoh wahabi bernama Ali ar-Rabi'i dalam media tweeter-nya berkata:

إن وفاة مولانا الامير نايف لأشد ايلامًا من وفاة رسول الله لان محمدًا ترك وراءه من نعلم ولكن الامير نايف لا نعلم لأن من وراءه ادعو الخير للمسلمين



" Sesungguhnya wafat-nya junjungan kami pangeran Nayif benar-benar lebih menyakitkan dari pada wafat-nya Rasulullah, karena Muhammad meninggalkan sesudahnya orang-orang yang kita ketahui, tetapi pangeran Nayif tidak kita ketahui orang-orang yang dia tinggalkan sesudahnya, mereka hanya mengaku-aku mengajak kepada kebaikan bagi orang-orang Islam "



=============================



lihat.... Tokoh Wahabi ini sangat berani membandingkan pimpinan mereka dengan Rasulullah...!!! Bahkan melebihkannya di atas derajat Rasulullah...!!! Naudzu billahi min al Kufr Wa adl Dlalal...

HAKEKAT WAHABY SALAFY 4



DAN SESUNGGUHNYA
BERKUMPUL KUMPUL MENYEMARAKKAN DI TEMPAT YASINAN,MAULIDAN,ISTIGHASAHAN,TAWASSULAN ADALAH LARANGAN KERAS UNTUK SISWA-SISWI WAHABY SALAFY

NAMUN DARI ITU
BERKUMPUL KUMPUL MENYEMARAKKAN DI MALL YANG TERDAPAT BALIHO RAJA SAUD
ULAMA'-ULAMA WAHABY 100% MEMPERBOLEHKANNYA ( KARENA NANTI KALAU DILARANG WAHABY SAUDY TAK DAPAT UANG RAJA SA'UD).

HAKEKAT WAHABY SALAFY 3




USTAIMIN BERFATWA UNTUK
Undang undang ke agama an siswa siswi wahabiyah salafiyah
أننا نسمع من سفاهة بعض المحتفلين أنه إذا تلا التالي قصة المولد ثم وصل إلى قوله " ولد المصطفى" قاموا جميعاً قيام رجل واحد يقولون : إن روح الرسول ، صلى الله عليه وسلم ، حضرت فنقوم إجلالاً لها وهذا سفه
dan sesungguhnya kita mendengar dari sebagian orang orang bodoh yang merayakan maulid nabi muhammad yaitu tatkala mereka telah membacakan kisah-kisah kelahiran nabi dan dibunyikan kalimat
" ولد المصطفى"
maka orang-orang bego tadi pada berdiri semua menjadi satu sambil berkata bahwa ruhnya rasulullah saw itu telah hadir dalam majlis mereka
maka dari itulah mereka berdiri untuk mengagungkan kedatangan rasulullah

adapun perbuatan mengagungkan nabi saw
ini adalah sebuah kegoblokan

TAPI KALAU BERDIRI UNTUK MENGHORMATI RAJA SAUD BAIK DALAM UPACARA KENEGARAAN ATAU PENYAMBUTAN KEDATANGAN BELIAU ADALAH TIDAK DILARANG ( TAPI NANTI KALAU RAJA SAUD MEMBERIKAN TAMBAHAN UANG,DAN KEBEBASAN PADA WAHABY ) MAKA KAMI PARA PETINGGI WAHABY AKAN FATWAKAN BAHWA HAL TERSEBUT ADALAH SUNNAH BAHKAN BISA WAJIB

HAKEKAT WAHABY SALAFY 2




القول المفيد على كتاب التوحي
dalam kitab yang berjudul al qaulul mufidz ala kitabittauhid

محمد بن عبد الوهاب
karangan si sesat abdul wahab al washaby yang menerapkan undang-undang bagi penganut/pengidola kesesatan wahaby


ومنها ما هو بدعة، وهي زيارتهم للدعاء عندهم وقراءة القرآن ونحو ذلك
dan sebagian kandungan dari berziarah kubur itu adalah ber kategori bid'ah yang sangat sesat
adapun berziarah yang termasuk bid'ah sesat adalah ziarah pada orang orang yang telah meninggal dengan tujuan memanjatkan
doa didekat mereka dan membaca al qur'an disamping pekuburan(RASULULLAH,SAHABAT,TABI'INWALIYULLAH) DLL

dan bagi pelanggar undang-undang keagamaan wahaby salafy ini selain ditetapkan dosa BID'AH baginya ia juga harus di hukum/ ditindak keras petugas keamanan saudy

TAPI KALAU MEMBACA KAN AL QUR'AN ATAU DOA-DOA KEPADA SULTAN (KING ) ABDUL AZIZ SEPERTI DALAM FOTO INI MAKA ITU TIDAKLAH APA APA SERTA TIDAK DITINDAK KERAS PETUGAS KEAMANAN SAUDY (KARENA KALAU KITA PARA PETINGGI WAHABY MELARANG MAKA KITA TIDAK BISA JADI ULAMA DI ARAB DAN BISA DIPENJARA KITA SEMUA ) MAKA DARI ITU ULAMA YANG PINTAR ADALAH ULAMA WAHABY SALAFY KARENA HANYA ULAMA WAHABY SALAFY LAH YANG BISA MEMBACA SITUASI

HAKEKAT WAHABY SALAFY




معلومات عن الفتوى
beberapa hal yang perlu diketahui dari fatawa ini


رقم الفتوى : 1481
fatwa pada nomor 1481


اسم المفتي :
عبد العزيز بن باز
nama orang yang mengedarkan fatwa
ABDUL AZIZ BIN BAZ (PETINGGI ALIRAN WAHABY SALAFY) RED


الوهابية منسوبة إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله المتوفى سنة 1206 هـ
wahabiyah itu adalah ajaran yang telah dibuat syehk imam muhammad bin abdul wahab rahimahullah 1206 hijriyah

>yang menggelari beliau syehk dan imam adalah siswa siswi wahabiyah saja,
adapun nama
رحمه الله
adalah sebuah doa yang lazim di ucapkan kepada ulama wahabiyah wa bil khusus muhammad bin abdul wahab<

، وهو الذي قام بالدعوة إلى الله سبحانه في نجد ،

abdul wahab itu berdakwah agar menyembah allah subhanahu wata'ala
(jadi kalau perintah ibadahnya menyembah allah saja para wahabiyah harus mau melakukannya)

وأوضح للناس حقيقة التوحيد والشرك
dan menetapkan sebuah undang-undang
kejelasan hakekat tauhid dan syirik ( yang telah melanda umat-umat sebelum muhammad bin abdul wahab lahir) pada manusia
، ودعا الناس إلى توحيد الله وإفراد العبادة له سبحانه
dan mengajak manusia (yang mau menjadi wahabiyah) agar hanya menyembah allah serta hanya mengesakan allah saja
، وترك التعلق على أصحاب القبور ،
dan meninggalkan untuk beribadah yang
berhubungan dengan ahlul kubur
(ziarah kubur, tawassul,istighosahtabarruk)

ممن يسمون بالأولياء ،
walaupun ahlul kuburnya itu termasuk dari kalangan auliya

ودعاؤهم من دون الله والاستغاثة بهم والاستعاذة بهم والنذر لهم
dan mengajak pengikutnya agar tidak mendoakan serta minta doanya ahlul kubur dan tidak boleh istighosah pada ahlul kubur dan mengucapkan nadzar pada ahlul kubur
، وهكذا من يتعلق بالجن أو بعض الأشجار والأحجار ، وأوضح للناس هو وأتباعه من العلماء : أن هذا هو الشرك الأكبر
dan juga tidak boleh meminta bantuan jiz atau pepohonan ataupun batu batuan serta beliau abdul wahab lah manusia yang pertama kali memberikan petunjuk pada pengikutnya bahwasanya hal semacam itu adalah syirik akbar

jadi syarat syarat untuk menjadi siswa-siswi wahaby salafy adalah
1.TIDAK BOLEH ISTIGHOSAH
2.TIDAK BOLEH TABARRUK
3.TIDAK BOLEH TAWASSUL
4.HARUS MEMULIAKAN MUHAMMAD ABDUL WAHAB SANG PENYELAMAT DARI KESYIRIKAN AKBAR