Minggu, 28 April 2013

bersama Ketua PBNU Prof.DR.K.H.Said Agiel Siradj yang bukan syiah imamiyah

habib zen alkaff sudah dialog sama kh said agil ,dan banyak saksi2 nya and habib zen al kaff juga tidak ada bukti kuat untuk menuduh said agil seorang syiah ,
tp entahlahlah kalau dibelakang masih ngotot membabi buta ngedumel aja
Tp intinya ente2 lah (wahaby) para perusuh NU yg kelak akan dituntut nahdliyyin krn telah merongrong memfitnah fitnah mengadu domba nahdliyyin .cam kan itu baik2

KH.S...aid Agil Siraj mengatakan:"
Uploaded on Feb 18, 2011

Dialog Terbuka "Forum Kyai Muda" bersama Ketua PBNU Prof.DR.K.H.Said Agiel Siradj, 20 Oktober 2009,SIdoarjo Jawa Timur
kh said agil siraj menyatakan bahwa syiah sangat berbeda ( bertolak belakang ) dengan ahlu sunnah waljama'ah
dan masalah kelakuan pribadi bukanlah tolok ukur untuk mengukur madzhab. untuk lebih jelasnya silahkan lihat disini
http://www.youtube.com/watch?v=GoThvJIAEtA

Saya bukan Syiah. Saya tidak percaya imam imam syiah itu Ma'shum. inilah pernyataan kh said agil dengan disaksikan banyak orang , dan lebih jelas nya silahkan lihat di sini.
http://www.youtube.com/watch?v=KNVLs4FF-bs


dan di saat pertemuan kedua belah pihak ( kh said agil dengan habib zen alkaff serta undangan yang lain)
habib zen alkaff juga menyatakan bahwa kh said agil siraj adalah bukan syiah serta bukan pengikut syiah
untuk lebih jelasnya silahkan lihat di sini
Uploaded on Nov 17, 2011
http://www.youtube.com/watch?v=Dc5Gw_7tUhk

dan jangan kelewatan untuk mengecek secara penuh tentang kh said agil dalam masalah syiah dan lain-lain disini
http://www.youtube.com/watch?v=OQ7IvY3Rbf4

http://www.youtube.com/watch?v=Mn92mvhXFeA

http://www.youtube.com/watch?v=sgbMo-bE1M0
Lihat Selengkapnya

NU AKAN TANGKAL SEKUAT MUNGKIN WABAH WAHABY MANHAJ SALAF

Apa dan Bagaimana langkah Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren mencegah pergerakan Wahabi Salafi di Indonesia yang masuk ke kampong-kampung dan desa? Untuk menjawab kegelisahan ini, Majalah Risalah NU melakukan wawancara dengan Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj. Berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana sebenarnya Wahabi di Indonesia?
Itu sebenarnya sudah lama, tapi eksisnya sejak tahun ...80-an setelah Arab Saudi membuka LIPIA (Lembaga llmu Pengetahuan Islam dan Arab). Ketika itu direkturnya masih bujangan yang kawin dengan orang Bogor. Kemudian menampakkan kekuatannya, bahkan mereka membuka yayasan-yayasan. Setahu saya ada 12 yayasan yang pertama kali dibentuk. Antara lain As-Shafwah, Assunnah, Annida, Al-Fitrah, Ulil Albab, yang semuanya didanai oleh masyarakat Saudi, bukan oleh negaranya. Contoh, Assunah dibangun oleh Yusuf Ba'isa di Cirebon, di Kali Tanjung, Kraksan. Sekarang ketuanya Prof. Salim Badjri, muridnya adalah Syarifuddin yang ngebom Polresta Cirebon beberapa waktu lalu. Dan satu lagi yang ngebom gereja Bethel di Solo namanya Ahmad Yusuf. Jadi, sebenarnya, Wahabi ajarannya bukan teroris, tapi bisa mencetak orang jadi teroris karena menganggap ini itu bid'ah, musyrik, lama-lama bagi orang yang diajari punya keyakinan,"Kalau begitu orang NU boleh dibunuh dong, kalau ada maulid nabi boleh di bom," dan seterusnya.

Soal pemalsuan kitab-kitab Sunni, khususnya kitab yang jadi referensi NU, bagaimana?
Kita sudah berjuang sekuat tenaga untuk mengkounter pendapat mereka. Kita jangan minder dan merasa kalah. Kalau hanya dihujat maulid nabi gak ada dalilnya, atau ziarah kubur gak ada dalilnya, sudah banyak buku yang ditulis untuk membantahnya. Misalnya yang ditulis pak Munawir-Yogya, Abdul Manan-Ketua PP LTM NU, Idrus santri Situbondo, Muhyiddin Abdus Somad dari Jember, dan lain sebagainya. Banyak yang menulis buku tentang dalil-dalil amaliah kita. Ziarah kubur dalilnya ini, maulid nabi dalilnya ini, tawassul dalilnya ini. Seperti saya sering mengatakan maulid nabi itu memuji-muji nabi Muhammad, semua sahabat juga memuji nabi Muhammad, setinggi langit bahkan. Nabi Muhammad diam saja tidak melarang. Tawassul, semua sahabat juga tawassul dengan Rasulullah. Tawassul dengan manusia, Rasulullah lho! Bukan Allahumma langsung, tapi saya minta tolong Rasullulah.sampai begitu! Litarhamna, rahmatilah kami. Labid bin Rabiah mengatakan, kami datang kepadamu wahai manusia yang paling mulia di atas bumi, agar engkau merahmati kami. Coba, minta rahmat kepada Rasulullah, kalau itu dilarang, kalau itu salah, Rasulullah pasti melarang, "jangan minta ke saya, musrik". Tapi Enggak tuh!

Dalam Al-Quran juga ada dalil, walau annahum idz dzalamu anfusahum jauka fastaghfarullaha wastaghfara lahumurrasul lawajadullaha tawabarrahima (surat Ahzab). Seandainya mereka yang zalim datang kepada Muhammad, mereka istigfar, dan kamu pun (Muhammad) memintakan istighfar untuk mereka, pasti Allah mengampuni.

Bagaimana dengan kitab-kitab Wahabi?
Ya kan sudah banyak yang diterjemah, bahkan kalau ada orang pergi haji pulang dapat terjemahan. Itu dari kitab-kitab Wahabi semua.

Siapa pendiri Wahabi?
Begini, Muhammad bin Abd Wahab, pendiri Wahabi itu mengaku bermazhab Hambali, tapi Hambali versi ibn Taimiyah. Ibnu Taimiyah adalah pengikut Hambali yang ekstrim. Imam Hambali itu imam ahli sunnah yang empat yang selalu mendahulukan nash atau teks daripada akal, jadi banyak sekali menggunakan hadist ahad. Kalau Imam Hanafi kebalikannya, dekat dengan akal. Murid Imam Hambali lebih ekstrim, lahirlah Ibnu Taimiyah yang kemudian punya pengikut Muhammad bin Abd Wahab. Di sini menjadi luar biasa, malah dipraktekkan menjadi tindakan, bongkar kuburan. Sementara Ibnu Taimiyah masih teori dan wacana.

Asal Usul Wahabi dari mana?
Bukan dari Mekkah, dari Najd, Riyadh. Orang Makkah asli, Madinah asli, Jiddah asli gak ada yang Wahabi, hanya tidak berani terang- terangan.Dulu hampir saja terjadi fitnah, ketika mahkamah Syar'iyyah al 'ulya (mahkamah tinggi syar'i) menghukumi Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki harus dibunuh karena melakukan kemusyrikan. Keputusannya sudah ditandatangani oleh Raja Khalid, tapi dimasukkan laci oleh Raja Fahd.waktu itu putera mahkota, katakanlah dibekukan! Kalau terjadi, gempar itu!

Untuk membendung gerakan Wahabi, apa yang harus diiakukan NU?
Saya yakin kalau yang keluaran pesantren gak terpengaruh. Saya di sana 13 tahun, sedikitpun, malah berbalik benci. Semua yang keluaran dari NU ke sana, seperti pak Agil Munawar, Masyhuri Na'im, gak ada yang Wahabi. Semua keluaran sana gak ada yang Wahabi kalau dari sini bekalnya kuat. Atau bukan NU, seperti Muslim Nasution dari Wasliyah, pak Satria Efendi dari PERTI, gak Wahabi meskipun di sana belasan tahun sampai doktor. Pak Maghfur Usman, Muchit Abdul Fattah, pulang malah sangat anti, Wahabinya.

Insya Allah Selama pesantren- NU masih eksis, Wahabi gak akan masuk. Wahabi pertama kali dibawa Tuanku Imam Bonjol yang tokoh Padri. Padri itu pasukan berjubah putih yang anti tahlil. Hanya waktu itu kekerasannya Imam Bonjol untuk menyerang Belanda. Padahal ke internal juga keras. Imam Bonjol itu anti ziarah kubur. Kuburannya di Manado. Waktu saya ke Menado ditawari, "mau ziarah kubur gak?" Ya waktu hidupnya gak seneng ziarah kubur, masak saya ziarahin?

Tentang pengikut Wahabi yang banyak dari kalangan Eksekutif?
Orang kalau sudah punya status sosiai, direktur, sudah dapat kedudukan, terhormat, kaya, yang kurang satu, ingin mendapatkan legitimasi sebagai orang soleh dan orang baik-baik. Nah, mereka kemudian mencari guru agama. Guru agama yang paling gampang ya mereka, ngajarinya gampang. Kalau ngaji sama orang NU kan sulit, detil. Kalau sama mereka yang penting ini Islam, ini kafir, ini halal, ini haram, doktrin hitam putih. Sehingga di antara orang-orang terdidik terbawa oleh aliran mereka. Karena masih instan faham agamanya. Kaiau kita gak, kita faham agamanya sejak kecil.

Inti gerakan Wahabi itu di semua lini ya?
Harus diingat bahwa berdirinya NU itu adalah karena perilaku Wahabi. Wahabi mau bongkar kuburan Nabi Muhammad, KH Hasyim bikin komite Hijaz yang berangkat Kiai Wahab, Haji Hasan Dipo (ketua PBNU pertama), KH Zainul Arifin membawa suratnya kiai Hasyim ketemu Raja Abdul Azis mohon, mengharap, atas nama umat Islam Jawi, mohon jangan dibongkar kuburan Nabi Muhammad. Pulang dari sana baru mendirikan Nahdlatul Ulama. Jadi memang dari awal kita ini sudah bentrok dengan Wahabi. Lahirnya NU didorong oleh gerakan Wahabi yang bongkar-bongkar kuburan, situs sejarah, mengkafir- kafirkan, membid'ah-bid'ahkan perilaku kita, amaliah kita. Tadinya diam saja, begitu yang mau dibongkar makam Nabi Muhammad, baru KH Hasyim perintah bentuk komite tersebut.

Seberapa Kuat Wahabi Sekarang?
Sebetulnya tidak kuat, sedikit. Tapi dananya itu yang luar biasa. Dan belum tentu orang yang ikut karena percaya Iho! Artinya kan semata-mata karena dapat uang. Uangnya luar biasa. Si Arab-arab itu, kan kebanyakan Arab bukan Habib. Jadi pada dasarnya mereka juga cari uang.

Ancamannya seberapa besar?
Yah, Kalau kita biarkan ya terancam. Kalau setiap hari radio MTA, TV Rodja ngantemin maulid nabi, ziarah kubur, lama-lama orang terpengaruh juga.
Lihat Selengkapnya

antara wahaby saudy dengan israel 2

PANGERAN ABDULLAH BIN ABDUL AZIZ ( raja saudy wahaby manhaj salab ) berkata dengan nada polosnya :
kerja sama dulu ah bersama israel , agar bisa terus bersenang-senang menikmati sorga dunia.

antara wahaby saudy dengan israel

para pelajar saudy wahaby manhaj salab juga wajib hukumnya untuk bekerja sama dengan pelajar yahudy israel '' kata salah satu pangeran arab yang tidak mau disebutkan namanya itu.

HADIST DI BAWAH INI ADALAH HADIST YANG TIDAK DIPERCAYAI WAHABY MANHAJ SALAF




(حديث مرفوع) عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ ، عَنْ نَافِعٍ ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي " .
dari ubaidillah di riwayatkan dari nafi' di riwayatkan dari ibnu umar bekata '' telah bersabda rasulullah sallallahu alaihi wasalla...m
“Barangsiapa berziarah ke makamku maka pasti akan memperoleh syafa'atku

ذكره ابن كثير- أخرجه الدارقطني وابن خزيمة وسنده حسن
ibnu kastir menyebutkan bahwa hadist di atas adalah riwayatnya daruquthni dan ibnu huzaimah yang mana sanadnya berstatus hasan

المجموع شرح المهذب
يحيى بن شرف النووي
dalam majmu' syarh muhadzab karya imam yahya bin saraf annawawi ( pembesar ulama' assyafi'iyyah) menjelaskan
وأما حديث ابن عمر فرواه البراء والدارقطني والبيهقي بإسنادين ضعيفين
adapun hadistnya ibnu umar itu diriwayatkan oleh albarra' dan daruquthny dan al baihaqi dengan sanad yang lemah ( namun boleh di amalkan ) pen

الحديث قواه السبكي
hadist ini di kuatkan lagi oleh imam assubkhy
ومعناه أن من زار قبر النبي صلى الله عليه وسلم وكان مسلمًا ومخلصًا في نيته لله تعالى فإنه يحظى في الآخرة بشفاعة النبي صلى الله عليه وسلم شفاعة إنقاذٍ من العذاب بإذن الله.
maknanya : bahwasanya barangsiapa mau berziarah ke maqamnya nabi sallallahu alaihi wasallam dan dia
beragama islam
berjiwa ikhlas niatnya lillahi ta'ala
maka sesungguhnya dia di akherat kelak akan mendapatkan syafa'atnya nabi sallallahu alaihi wasallam yang mana syafa'atnya akan menyelamatkan dari azab neraka dengan izin allah

ووافقه الحافظ السيوطي.
dan di statuskan mauquf oleh al-hafidz assuyuthy
وحسنه بشواهده الذهبي.
dan di statuskan hasan oleh adzahaby dengan adanya syahid-syahid hadist yang lain


شروح الحديث
حاشية السندي على ابن ماجه
dalam syarah hasiyyah assandy ala ibni majjah
رواه الدارقطني وغيره وصححه عبد الحق
addaruquthny meriwayatkan hadist tadi dengan selainnya serta telah disahihkan abdul haq
رواه الجماعة منهم الحافظ أبو علي بن السكن في كتابه المسمى بالسنن الصحاح ، فهذان إمامان صححا هذين الحديثين وقولهما أولى من قول من طعن في ذلك .
dan jama'ah ahlul hadist diantaranya al-hafidz abu ali bin assakan dalam kitabnya yang dinamakan sunan assihah

mereka berdua adalah dua imam hadist yang mensahihkan hadist tadi dan fatwa mereka ini lebih utama untuk di buat pegangan daripada pendapatnya orang-orang yang mencacat/ menjelekkan hadist tadi



قال عياض: زيارة قبر رسول الله (صلى الله عليه وآله) سنّة، أجمع عليها المسلمون. وروى غيره إجماع المسلمين قولاً وفعلاً على استحباب زيارته، وصريح بعضها (4) أن شدّ الرحال إليها لا مانع منه.
di jelaskan oleh qadhi iyyadh (pembesar ulama' madzhab maliki ): bahwasanya berziarah ke maqam rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu hukumnya sunnah , dan para ulama'ul muslimun telah bersepakat ( ijma' ) tentang hal ini , dan telah diriwayatkan dari selain qadhi iyyadh bahwasanya ulama'ul muslimun memfatwakan dan melakukan kesunnahan berziarah pada maqam rasulillah , dan sebagian dari para ulama telah menjelaskan bahwasanya bersusah payah berjalan / bermusafir dengan niat berziarah ke maqam rasulullah adalah tidak dilarang dalam agama islam

نقل عبد الله بن أحمد بن حنبل في كتاب العلل والسؤالات، قال: سألت أبي عن الرجل يمس منبر رسول الله (صلى الله عليه وآله)، يتبرك بمسه وتقبيله، ويفعل بالقبر ذلك رجاء ثواب الله تعالى، فقال: لا بأس به.
abdullah bin ahmad bin hambal ( putra pendiri madzhab hambaliyyah ) menuqilkan fatwa ayahnya di dalam kitab al ilal wa sualaat : aku telah bertanya pada abahku tentang bagaimana hukumnya seorang lelaki yang meng usap-usap mimbarnya rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang mana dia mengusap dan mencium mimbar dengan niat tabarruk ( agar mendapatkan atau niat mengalap ) berkah , dan melakukan hal tadi dengan tujuan mencari pahala dari allah dengan bertabaruk pada maqamnya rasulullah
maka abahku ( ahmad bin hambal ) menjawab : perbuatan
tadi tidak apa-apa serta tidaklah berdosa

hadist tadi juga diriwayatkan dalam kitab kitab ini
محمد بن الشربيني - مغني المحتاج - الجزء : ( 1 ) - رقم الصفحة : ( 512 ).
kitab mughni muhtaj juz 1 halaman 512 karya muhammad bin assyarbini
2 - النووي - المجموع - الجزء : ( 8 ) - رقم الصفحة : ( 272 ).
kitab majmu syarh muhadzab juz 8 halaman 272 karya imam annawawi

4 - البكري الدمياطي - إعانة الطالبين - الجزء : ( 2 ) - رقم الصفحة : ( 354 ).
kitab i'annatutthalibin juz 2 halaman 354 karya sayyid al bakri addimyathi
5 - عبدالله بن قدامة - المغني - الجزء : ( 3 ) - رقم الصفحة : ( 588 ).
dalam kitab al-mughni juz 3 halaman 588 karya abdullah ibnu qudamah
6 - عبدالرحمن بن قدامة - الشرح الكبير - الجزء : ( 3 ) - رقم الصفحة : ( 494 ).
dalam kitab syarah al-kabir juz 3 halaman 494 karya abdurrahman bin qudamah.

8 - البيهقي - السنن الكبري - الجزء : ( 5 ) - رقم الصفحة : ( 245 / 246 ).
dalam kitab assunan al-kubro juz 5 halaman 245 karya al-baihaqi

13 - الطبراني - المعجم الكبير - الجزء : ( 12 ) - رقم الصفحة : ( 310 ).
dalam kitab mu'jam kabir juz 12 halaman 310 karya atthabarany
14 - السيوطي - الجامع الصغير - الجزء : ( 2 ) - رقم الصفحة : ( 605 / 594 ) - رقم الحديث: ( 8716 / 8628 ).
dalam jami' asshaghir juz 2 halaman 605 karya jalaluddin assuyuthi

18 - المناوي - فيض القدير - الجزء : ( 6 ) - رقم الصفحة : ( 150 / 181 ) - رقم الحديث : ( 8628 / 8715 / 8716 ).
dalam kitab faidhul qadir juz 6 halaman 181 karya al-manawi

29 - القاضي العياض - الشفا بتعريف حقوق المصطفي - الجزء : ( 2 ) - رقم الصفحة : ( 83 ).
dalam kitab assyifa; bi ta'rifi huquqil musthafa juz 2 halaman 83 karya al-qadhi iyyadh


______________________________________________________________________


ابن باز
ibnu baz ( ketua wahaby ) berujar
أما البعيد عن المدينة، فليس له شد الرحل لقصد زيارة القبر
adapun yang rumahnya jauh dari kota madinah maka dia tidak boleh bepergian / bermusafir untuk menziarahi kuburnya nabi muhammad

مجموع فتاوى ابن تيمية
ibnu taymiyyah ( idola siswa-siswi wahaby) berujar dalam majmu fatawanya
فليس منها شيء صحيح ولم يرو أحد من أهل الكتب المعتمدة منها شيئا : لا أصحاب الصحيح : كالبخاري ومسلم . ولا أصحاب السنن : كأبي داود والنسائي . ولا الأئمة من أهل المسانيد : كالإمام أحمد وأمثاله ولا اعتمد على ذلك أحد من أئمة الفقه : كمالك والشافعي وأحمد وإسحاق بن راهويه وأبي حنيفة والثوري والأوزاعي والليث بن سعد وأمثالهم ; بل عامة هذه الأحاديث مما يعلم أنها كذب موضوعة
dari hadist di atas itu bukanlah hadist yang sahih dan tidak diriwayatkan ahlul kitab yang terpercaya , seperti halnya tidak diriwayatkan kitab sohih bhukori dan muslim

dan hadist di atas tidak di riwayatkan oleh ashabus sunan seperti sunan abi dawud dan sunan annasa'i juga tidak pernah di riwayatkan oleh ahlul sanad semacam imam ahmad dan lainnya

dan hadist tadi juga tidak pernah diriwayatkan oleh imam fiqh seperti imam malik , imam assyafi'i , ahmad , ishaq, abi hanifah , dan assaury dan al- awza'i dan allaist dan sesamanya

maka dari hal inilah secara umum hadist tadi labelnya adalah dusta dan palsu
dan tidak boleh di amalkan
Lihat Selengkapnya

keyakinan wahaby pada kedua orang tua nabi muhammad 2



AHLU SUNNAH WALJAMA'AH VS WAHABY MANHAJ SALAF
albany dan ibnu usaemen ( dua-duanya ketua wahaby manhaj salaf ) ber ujar

Kedua orang tua Nabi Muhammad mereka hidup dan mati dalam keadaan musyrik, yaitu menyekutukan Allah di dalam peribadatan dengan sesuatu selain Allah (berhala). Mereka di masa hidupnya hingga matinya tetap menganut keyakinan dan ibadah syirik sebagaimana keumuman keadaan masya...rakat Mekkah dan bangsa Arab di masa itu. Kenyataan dan keadaan seperti inilah yang membuat mereka kelak akan dimasukkan ke dalam neraka oleh Allah ‘azza wa jalla.

untuk mengetahui status wahaby manhaj salaf tadi mari kita lihat dalil selanjutnya dari ahlusunnah waljama'ah

إظهار الحق بوجوب الدفاع عن سيد الخلق – (1/ 3)
dalam kitab idlharul haq bi wujubiddifa' an sayyidil khalqi
juz 1 halaman 3

ومما يؤذي رسول الله صلى الله عليه وسلم ويمس من شرف نبوته وشرف نسبه القول بدخول أبويه الشريفين جهنم
dan termasuk sudah menyakiti ( perasaan ) nya rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dan telah merendahkan kenabiannya rasulullah dan kemuliaan nasabnya rasulullah
adalah perkataannya ( wahaby manhaj salaf ) yang berani menyatakan bahwa kedua orang tua rasulullah yang mulia itu bakal di ceburkan ke dalam neraka jahannam

والعياذ بالله قال تعالى:
semoga allah menjaga ( kita ) dari perkataan dan keyakinan wahaby manhaj salaf tadi dan allah ta'ala telah berfirman :
:” إِنَّ الَّذِينَ يُؤذُونَ اللهَ ,ورَسُولَهُ لَعنَهُمُ اللهُ فِى الدُّنيَا ,الأَخِرَةِ ,أَعَدَّ لَهُم عَذَاباً مُّهِيناً ”
Sesungguhnya orang orang yang menyakiti Allah dan RasulNya Allah akan melak'natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan

القائلين بعذاب أبوى النبي صلى الله عليه وسلم فيروجون فتنتهم لمرض في قلوبهم قال تعالى:” فَأَمَّا الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم زَيغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنهُ ابتِغَاءَ الفِتنَةِ وَابتِغَاءَ تَأوِيلَهُ ” سورة آل عمران آية (7)
dan orang-orang ( wahaby manhaj salaf ) yang menyatakan bahwa kedua orang tua nabi sallallahu alaihi wa sallam itu di azab serta menyebarkan fitnah fitnah kepalsuan tersebut itu di sebabkan orang - orang ( wahaby ) tadi telah sakit/ buta mata hati nya
قال تعالى:
allah ta'ala telah berfirman
” فَأَمَّا الَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم زَيغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنهُ ابتِغَاءَ الفِتنَةِ وَابتِغَاءَ تَأوِيلَهُ
وما يعلم تأويله إلا الله
Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya,padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah.

كشف الستار -ابو عبدالله محمد المكي – (1 / 21)
dalam kitab kasyafu assattar juz 1 halaman 21
إن الإمام القاضي أبا بكر ابن العربي المالكي شارح سنن الترمذي
sesungguhnya al imam al-qadhi aba bakr ibn arabi al maliki ( pembesar madzhab malikiyyah ) dalam menjelaskan kitab sunan atturmudzi
والذي يقول في جواب على سؤال أن رجلاً قال إن أبا النبي – صلى الله عليه وسلم – في النار فأجاب [ بأنهُ ملعون
dari sebuah pertanyaan lelaki yang mengatakan bahwa abahnya nabi sallallahu alaihi wasallam itu adalah penghuni neraka
maka al imam al qadhy aba bakr memfatwakan : bahwa sesungguhnya orang yang mengatakan bahwa orang tua nabi muhammad adalah penghuni neraka maka orang ( wahaby ) tersebut adalah manusia yang terlaknat
لأن الله تعالى يقول
karena allah ta'ala telah berfirman
{ إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالأخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَاباً مُهِيناً }
Sesungguhnya orang orang yang menyakiti Allah dan RasulNya Allah akan melak'natinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.

ثم قال أي ( أبو بكر ابن العربي المالكي) ولا أذى أعظمُ من أن يُقال عن أبيهِ – صلى الله عليه وسلم – [ أنهُ في النار ]. وهذا الأثر ذكرهُ السيوطي
lalu al imam al qadhi aba bakr meneruskan fatwa nya lagi : dan termasuk penghinaan yang besar adalah memvonis bahwa orang tua nya nabi muhammad adalah penghuni neraka.
adapun astar fatwa ini di riwayatkan oleh al imam jalaluddin assuyuthi ( pembesar madzhab assyafi'iyyah ).

kesimpulan
wahaby manhaj salaf statusnya adalah
1. merendahkan kenabian nya rasulullah
2. merendahkan kemuliaannya nasab nya rasulullah
3. sudah buta mata hati nya.
4.suka menimbulkan fitnah/ rekayasa/huru hara / terorisme / melebih lebihkan kenyataan untuk melampiaskan ambisinya.
5.dan terlaknat di dunia - akherat.

maka dari itu waspadalah keagamaan islam anda di racuni dan di selewengkan wahaby manhaj salaf tadi.
Lihat Selengkapnya

keyakinan wahaby pada kedua orang tua nabi muhammad 1


salafiyyun ( wahaby ) adalah agamanya setan berwujud
manusia pada zaman belakangan ini

AHLU SUNNAH WALJAMA'AH VS WAHABY MANHAJ SALAF
albany dan ibnu usaemen ( dua-duanya ketua wahaby manhaj salaf ) ber ujar
...
Kedua orang tua Nabi Muhammad mereka hidup dan mati dalam keadaan musyrik, yaitu menyekutukan Allah di dalam peribadatan dengan sesuatu selain Allah (berhala). Mereka di masa hidupnya hingga matinya tetap menganut keyakinan dan ibadah syirik sebagaimana keumuman keadaan masyarakat Mekkah dan bangsa Arab di masa itu. Kenyataan dan keadaan seperti inilah yang membuat mereka kelak akan dimasukkan ke dalam neraka oleh Allah ‘azza wa jalla.

untuk mengetahui status wahaby manhaj salaf tadi mari kita lihat dalil selanjutnya dari ahlusunnah waljama'ah
______________________________________________________________________
منهاج الوفا في نجاة والدا المصطفى- محمود الزين – (1 / 26)
dalam kitab al-wafa fi najati walidal musthofa juz 1 halaman 26
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا) الإسراء : ( 15 )

“dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”(Q.S Al Isra`: 15)

أن سبب دفع العذاب عن أهل الفترة هو عدم وجود الرسول الذي يبلغهم، وهذا السبب موجود في والدي النبي صلى الله عليه وسلم وأهل زمانهما،
sesungguhnya tidak di azabnya ahlul fatrah itu karena tidak adanya yang menyampaikan dakwah dari seorang rasul / nabi
di tengah-tengah kehidupan mereka
, adapun kejadian semacam inilah yang terjadi pada zamannya
kedua orang tua nabi muhammad sallallahu alaihi wa sallam
أن النووي ـ رحمه الله ـ صرح فيما سبق بأن الذين لم تبلغهم الدعوة لا يعذبون
sesungguhnya imam annawawi rahimahullah tentang permasalahan tadi berfatwa
bahwa sesungguhnya orang orang yang selama hidupnya tidak menemui dakwah maka dia kelak tidak lah di siksa oleh allah
فقال: (تأمل ما في كلامه من التنافي،
kemudian fatwa ini dilanjutkan : maka dari itu berfikirlahsecara jernih dalam fatwa ini untuk bisa membedakan dengan jeli
فإن من بلغتهم الدعوة ليسوا بأهل فترة
1. yaitu barangsiapa dalam masa hidupnya menemui dakwah maka dia bukanlah termasuk ahlul fatrah
… فأهل الفترة هم الأمم الكائنة بين الذين لم يرسل إليهم الأول، ولا أدركوا الثاني، …
2. adapun ahlul fatrah adalah umat manusia yang hidup nya tidak menemui dakwah awal serta tidak juga menemui dakwa kedua
كالأعراب الذين لم يرسل إليهم عيسى، ولا لحقوا النبي صلى الله عليه وسلم
seperti contohnya arab dusun yang mana dalam masa hidupnya tidak mengetahui kenabian ISA , juga tidak mengetahui kenabian
NABI MUHAMMAD SALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
ولما دلت القواطع على أنه لا تعذيب حتى تقوم الحجة، علمنا أنهم غير معذبين)
dan dari dalil kepastian bahwa apabila tidak ada hujjah
kenabian maka azab juga tidak di timpakan , maka dari inilah kita menjelaskan bahwasanya ahlul fatrah adalah umat yang elak tidak akan disiksa
قول النووي نفسه بأن من لم تبلغه الدعوة لا يعذب،
adapun fatwanya imam annawawi yang menjelaskan bahwa sesungguhnya umat manusia yang di masa hidupnya tidak menemui dakwah maka tidak akan di siksa
ولقياسه أطفال المشركين على من لم تبلغه الدعوة في كونهم ناجين كما تقدم
hukum kaedah ini di berlakukan juga pada anak-anaknya musrikin ( yang mati masih kecil ) yang mana anak anak tersebut tidak menemui masa dakwah kenabian
maka dia kelak termasuk golongan yang selamat


حاشية السندي على ابن ماجه – (ج 3 / ص 348)
dalam kitab hasiyah assandy ala ibni majjah juz 3 halaman 348
ومن أقوى الحجج على ذلك أنهما من أهل الفترة
dan dari dalil terkuat atas permasalahan tadi bahwa sesungguhnya kedua orang tua nabi muhammad adalah termasuk ahlul fatrah
قد أطبق أئمتنا الشافعية والأشعرية على أن من لم تبلغه الدعوة لا يعذب ويدخل الجنة
dan imam imam pembesar madzhab assyafi'iyyah dan assy'ariyyah telah memfatwakan dalam tabaqat-tabaqatnya bahwa sesungguhnya umat yang masa hidupnya tidak menemui dakwak nkenabian maka dia kelak tidak akan di aazab dan akan di masukkan ke sorga
لقوله تعالى وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا) الإسراء : ( 15 )
dengan dasar pada firman allah
dan Kami tidak akan mengadzab sebelum
Kami mengutus seorang rasul.”(Q.S Al Isra`: 15)